Tuesday, June 25, 2013

Renungan hidup tanggal 25 Juni 2013 malam hari

MENJAGA KATA-KATA 


Bacaan: Yakobus 3:1-12 NATS: Dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi (Yakobus 3:10)

Saya sangat memerhatikan tatabahasa yang baik. Sebagai seorang penulis dan mantan guru bahasa, saya merasa terganggu saat mendengar seseorang memakai kata yang salah, padahal saya rasa ia seharusnya tahu mana yang benar. Sebagai contoh, penggunaan kata "kami" atau "kita", atau penggunaan kata "daripada" dan "dari". Kita sudah memiliki kaidah penggunaan bahasa yang tepat sehingga kuping saya geli saat mendengar kata-kata yang melanggar kaidah. Ada penggunaan kata lain yang salah kaprah, dan ini jauh lebih parah. Ini terjadi ketika kata yang diucapkan orang kristiani tidak sesuai dengan standar yang diharapkan Allah. Setiap kali kita mengucapkan kata-kata kasar, kotor, atau jorok, berarti kita melanggar kaidah Allah yang jelas.

Apabila kita menyebut nama Allah dalam bentuk apa pun secara tidak hormat atau dengan cara yang tidak memuliakan-Nya, berarti kita mendukakan Dia (Keluaran 20:7). Jika kita membuat lelucon mengenai perbuatan dosa, berarti kita telah mengucapkan kata-kata yang tidak seharusnya (Efesus 5:12). Atau jika kita terlibat dalam percakapan yang tidak pantas (5:4), berarti kita telah mempermalukan nama Kristus. Yakobus berkata, "Dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi" (Yakobus 3:10). Cara bicara seperti ini adalah suatu kemunafikan. Mengendalikan lidah kita memang hal yang sulit karena lidah adalah "sesuatu yang buas" (ayat 8). Karena itu, demi kemuliaan Allah dan dengan menghormati kaidah-Nya, marilah kita menjaga ucapan kita —
JDB

 SETIAP KALI ANDA BERBICARA BENAK ANDA SEDANG DIPERTONTONKAN


sumber :

 https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRGN_0uURJ7wvbZS5yszcg224SaXtIlLpTxtkbAGV1_3Z-VFJ2M

aplikasi android e-Renungan  PSM (harian), Yayasan Lembaga SABDA (ylsa.org)